Free Mustache Black - Link Select Cursors at www.totallyfreecursors.com

FlashVortex.com

Selasa, 15 Januari 2013

Demi Kau, Aku dan Perasaanku Ini.

Penantian bertahun akhirnya berakhir.
hadirnya selalu membuat aku tersenyum :')
menjadikan aku begitu sangat takut kehilangannya
karena aku terlalu menyanyanginya :')

       Sekarang aku harus meninggalkanmu. Maafkan sifatku ini. Aku lelah, letih, dan aku lebih memilih untuk pergi. Yaa, pergi menjauh dan menghindar dari dirimu, orang yang sampai saat ini masih aku sayangi. Aku tau, kalau tindakan aku ini seperti anak kecil saja. tapi aku bisa apa? Aku tak kuasa jika aku harrus melihat kau bermesraan bersamanya. Aku lemah, aku terlalu rapuh. Aku tidak sanggup jika mesti bertahan dengan keadaan seperti ini. :'( 
       Mungkin ini berat buatku, hatiku berkata tidak rela saat keputusan pait ini aku ambil. Air mata terus mengalir hangat saat aku menyadari engkau yang selama ini aku sayangi lebih memilih bersamanya dan aku harus meninggalkanmu. :"
      M, kesabaranku habis untuk mempertahankanmu dihatiku. Hingga, air mata ini sudah mengering untuk menangisi dirimu. Hati ini juga sudah tak sanggup lagi untuk menerima semua ini. Dan terpaksa, aku pun harus pergi meninggalkan dirimu. Mungkin aku terlalu gegabah, namun aku sungguh benar-benar tidak sanggup lagi menunggumu mengerti akan perasaanku, sedikit saja. Aku benci menangis. Kau tega membiarkan aku seperti ini. Cobalah mengerti situasi hatiku, saat aku melontarkan "aku tidak apa-apa"dalam rentetan kata dalam inboxmu itu.
      Aku yakin, tanpa adanya aku dikehidupanmu, dirimu akan jauh lebih bahagia. Karena ada dia yang bisa menemani hari-harimu itu. :') Akun Twitter mu. Situs yang membuatku panas membara, dan berbalik bagimu, situs yang membuat kamu bahagia tanpa menengok kebelakang yang ada air mata menetes untukmu. Aku ingin seperti dia, aku ingin juga mendapatkan hal semacam yang kau berikan untuknya. Bahagia. Tapi aku bisa apa? Engkau yang aku harapkan pun ternyata tak pernah mengerti. Engkau yang selalu aku tunggu-tunggu untuk memberikanku sapaan manis bermakna tinggi pun tak pernah kau sadari. :"( Ini memang pedih, kau tak pernah mengerti perasaan ku iniT.T
Aku masih mencoba bertahan, masih tetap berteguh pada kebahagiaan. Namun semua sia-sia, waktu yang aku tunggu pun ternyata tidak pernah memberi jawaban dalam kepastian. 
       Aku bukan untukmu, aku bukan duniamu, aku bukan semestamu. Aku bukan siapa-siapa dihadapanmu. Aku tau itu. Menyakitkan memang, saat aku menyadari ini semua terjadi dalam hidupku.
Cukup menggores hati memang saat aku harus menerima perlakuanmu itu kepadaku. Untuk itu, aku harus mengambil jalanku sendiri. Jalan dimana aku harus berbelok tanpa menoreh dirimu yang selalu berotasi  didalam ingatanku. Aku akan berusaha tegar dalam kesendirian. :">
      M, terimaksih untuk segala ujiannya. Dan aku lebih memilih mundur secara perlahan. Aku menyerah, aku tak sanggup, aku tak bisa. Perjuanganku berakhir sia-sia. Perjuanganku berakhir dengan luka, dan bercampur dengan air mata. Aku terima, jika aku harus pergi meninggalkan orang yg aku sayang. Dan semua ini ku lakukan demi kebaikan kamu, aku dan perasaanku ini. :'"|
Ini jalan yang aku ambil, agar perasaanku ini tidak tersakiti lagi. Satu hal yang ku minta, tetap perjuangkan orang yang membuatmu bahagia. Dirinya, bukan aku. </3 :")


Teruntuk dirimu yang ada disana.
Selamat Tinggal Kenangan :")
Dari orang yang pernah kau sakiti.

-Rinda Natalya Sinaga-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar